“Memonitor potensi konflik sangat penting, tetapi tidak perlu berlebihan,” tambah Ketua Prodi Komunikasi UMM.
Jawa Timur, sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak setelah Jawa Barat, dianggap paling dinamis menjelang Pilpres 2024. Berbagai isu bermunculan, dan tokoh sentral Jatim menjadi opini leader nasional.
Nasrullah menekankan bahwa Jawa Timur memiliki masyarakat yang sangat majemuk dengan budaya yang beragam, dari Mataraman, Tapal Kuda, Madura, hingga budaya Arek. Gaya komunikasi di sini dinilai lebih terbuka, blak-blakan, namun tidak menyimpan dendam.
“Budaya semacam itu menjadi modal sosial yang baik. Pisuhan dan gojlokan, misalnya, tidak selalu berkonotasi negatif malah sebagai simbol keakraban,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Nasrullah juga menyampaikan bahwa buku “Jurnalisme Profetik Perspektif Islam Berkemajuan” akan membahas fenomena keamanan dan ketertiban berkomunikasi, terutama di dunia digital menjelang Pilpres 2024. Jurnalisme profetik diharapkan dapat menjadi alternatif untuk menjaga marwah dan kepercayaan publik pada media penyampai berita.










