“Jadikan Tahun Baru Imlek ini untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama,”tutur Dr. Ongky
Senada dengan hal tersebut Liem Tiong Yang Pengurus Klenteng Ba De Miao Royal Residence Lakarsantri Surabaya menyampaikan momen tahun baru Imlek ini diharapkan dapat saling menjaga kerukunan antar umat beragama dan toleransi sehingga dapat tercapai kedamaian khususnya Kota Surabaya umumnya Jawa Timur.
“Dalam perayaan tahun baru Imlek yang paling utama adalah berkumpul dengan keluarga dan dilanjutkan kegiatan peribadahan kepada leluhur, kepada Nabi/Shenming, kepada bumi dan kepada Tian Yang Maha Esa”.
Klenteng Ba De Miao merupakan salah satu dari 6 tempat ibadah agama lainnya yang berdiri saling berdampingan sebagai wujud spirit toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya.
Bangunan 2 lantai tersebut berjejer rapi dengan Gereja GKI (Kristen), Pura Sakti Raden Wijaya (Hindu), Kapel Santo Yustinus (Katholik), Wihara Buddhayana (Budha) dan Masjid Al Muhajirin (Islam).
“Dalam kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2574 Konzili / Tahun Kelinci Air semoga Tuhan YME memberkati kita semua, sancai” tambah pria yang juga pengurus MAKIN Kota Surabaya. (*)










