“Kami cinta Kabupaten Madiun, kami sama sekali tidak mempunyai rasa benci kepada pemerintah yang ada di Kabupaten Madiun. Dengan adanya kegiatan ini, justru kami ingin memberi contoh kepada masyarakat bagaimana cara mengkritik pemerintah yang baik. Dengan kita berkreatifitas dalam mengkritik melalui video-video seperti itu, tentunya itu adalah sebuah kritik yang sangat keren untuk menuju Kabupaten Madiun yang lebih baik dari pada masyarakat bersuara kotor melalui media sosial,” ungkap Suprapto kepada seblang.com
Lebih lanjut disampaikan, ia yakin jika warga Kabupaten Madiun mempunyai banyak kreatifitas. Dengan adanya kegiatan seperti ini,bakat mereka dalam bidang multimedia bisa tersalurkan.Selain bisa tersalurkan,mereka juga bisa memberikan kritik membangun bagi pemerintah baik itu Exekutif maupun Legeslatif.
“Kegiatan lomba jalan rusak ini adalah murni kegiatan yang diselenggarakan oleh Iwaca dan tanpa melibatkan pihak manapun, dengan adanya lomba-lomba seperti ini kami juga ingin mengedukasi mereka generasi milenial lebih bijak dalam menggunakan media sosial untuk sebuah kritik. Walaupun agak nyleneh, namun ini adalah cara kami memberikan contoh kritik yang baik kepada pemerintah baik Eksekutif maupun Legislatif serta swasta,” jelasnya gamblang
Disinggung kenapa menggunakan tema jalan, ia beranggapan,jika jalan merupakan sebuah multi fungsi bagi segala segi aktivitas apapun, sehingga ia mengharap adanya perawatan maupun pemerataan untuk sebuah insfratruktur utamanya jalan.
“Jalan adalah bagian multi fungsi utama berputarnya perekonomian, maka dari itu kami mengambil tema jalan. Dengan adanya jalan yang bagus saya yakin 4 tahun ke depan Kabupaten Madiun akan sangat bisa memberikan nilai zero terhadap kemiskinan. Kami optimis Kabupaten Madiun bisa mencapai nilai zero itu, harapnya semangat.
Dalam hal lain, Yuliatik salah satu perwakilan peserta yang menjadi juara menyampaikan apresiasi terhadap Iwaca yang telah memberikan wadah kepada masyarakat untuk menyampaikan kritiknya melalui kegiatan yang di selenggarakan oleh Iwaca.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, kami belum menemukan adanya kegiatan seperti ini yang di selenggarakan oleh pihak-pihak lain. Meskipun saya mendapat juara dua, namun dari kegiatan ini saya lebih tau bagaimana cara mengkritik yang baik dan tidak melukai hati pemerintah, terimakasih Iwaca,” tutup salah satu peserta.////











