Salahsatu kebutuhan masyarakat yang mendesak adalah adanya jalur alternatif agar tidak terulang peristiwa kemacetan dalam musim liburan di di kawasanan pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Pemkab bersama dengan pemerintah provinsi dan pusat diharapkan secepatnya membuat jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Wongsorejo – Kota Banyuwangi.
“Dalam setiap liburan terjadi kemacetan parah di wilayah Ketapang Banyuwangi yang dampaknya sangat merugikan masyarakat luas. Salah satu solusinya harus ada jalan alternatif untuk menghindari jalur Ketapang,” imbuh Alumni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Situbondo itu.
H Basir menuturkan dengan adanya jalur alternatif secara otomatis akan menaikkan harga jual tanah milik warga yang ada di sekitar jalur alternatif mulai dari Wongsorejo, Kalipuro sampai dengan kawasan kota Banyuwangi
Lebih lanjut H. Basir juga menginginkan untuk APBD Tahun Anggaran 2024, pihaknya ingin mengundang PT BSI untuk menjelaskan kepada anggota dewan sebenarnya berapa produksi tambang emas per tahun di Pesanggaran Banyuwangi.
“Sehingga dari hasil pertemuan tersebut dewan mempunyai gambaran sebenarnya berapa besaran dana bagi hasil tambang (DBHT) yang seharusnya masuk ke kas daerah Kabupaten Banyuwangi,” pungkas H Basir./////











