“Para pengurus merupakan cermin warga LDII. Pengurus harus meningkatkan pembinaan dan konsolidasi internal. Selain itu, pengurus LDII harus meningkatkan komunikasi koordinasi dan sinergitas dengan para pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuka masyarakat yang lain,” jelas H Astro.
Dengan adanya tagline “Banyuwangi Rebound”, dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi tokoh asal Rogojampi itu mengajak kepada semua warga LDII Banyuwangi untuk menjadi rebound center. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan dan partisipasi aktif untuk terus fokus pada gerakan penanganan pandemi, memulihkan ekonomi dan merajut harmoni dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mudah-mudahan kepengurusan yang baru saja dilantik dapat mengemban tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya, serta dapat semakin memperkuat sinergi dan kerukunan umat beragama di wilayah kecamatan masing-masing,” imbuh H. Astro.
Sementara itu, Sekretaris DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Kris Parwanto, mengingtkan ketua dan jajaran pengurus yang baru dilantik untuk segera membuat program-program kerja yang senantiasa memberikan kemanfaatan bagi warga masyarakat, bangsa dan negara serta bisa memberikan solusi bagi permasalahan warga masyarakat.
Menurut Kris Parwanto, LDII sebagai salahsatu ormas Islam di Banyuwangi diharapkan tidak hanya sekedar ada. Namun harus hadir secara aktif dalam kegiatan positif dalam pembangunan masyarakat. Sehingga para pengurus PC harus mampu menjalin komunikasi koordinasi dan bersinergi dengan pemerintah sesuai jajarannya dan ormas keagamaan yang lain di lingkungan sekitarnya.
“Sehingga mampu menjadi organisasi yang konstruktif dan kontributif. Artinya di samping bisa bermanfaat untuk warga LDII, sebagai ormas juga bermanfaat untuk warga di wilayah kecamatan secara umum. Dan nantinya juga bisa mendukung program-program pembangunan dan memajukan daerah khususnya Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya.












