Banyuwangi, seblang.com – Mengurus Kabupaten Banyuwangi tidak bisa hanya mengandalkan ilmu pengetahuan, teori-teori maupun inovasi tetapi juga membutuhkan kekuatan spiritual. Untuk itu jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Bupati Banyuwangi yang melaksanakan ibadah haji setiap tahun.
Menurut H Basir, Ketua DPC PPP Kabupaten Banyuwangi bupati berangkat haji adalah memanfaatkan fasilitas Haji Furoda merupakan haji yang visa hajinya diperoleh melalui undangan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Haji Furoda tidak termasuk dalam kuota haji Kementerian Agama (Kemenag) RI yang harus menunggu bertahun-tahun.
“Secara administrasi pemerintahan kami berpikir Bupati Banyuwangi pasti sudah memahami aturan dan ketentuan yang ada. Apalagi dengan adanya teknologi hal-hal yang penting kan bisa dilakukan koordinasi lewat video call atau Zoom metting,” jelas H. Basir.
Anggota DPRD Banyuwangi asal Dapil 1 untuk menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya spiritual yang dilakukan Bupati Banyuwangi dengan melaksanakan haji tiap tahun untuk mendoakan masyarakat Banyuwangi yang lebih baik. Bahkan dia tidak keberatan apabila setiap bulan Bupati Banyuwangi melakukan umroh.
Selanjutnya H. Basir menuturkan jamaah haji jalur Haji Furoda bisa disebut haji mandiri yang dekelola oleh travel haji resmi atau tidak resmi atau yayasan yang memiliki afiliasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atau bisa juga perorangan.
“Sehingga bagi orang yang mampu bisa saja tiap tahun berangkat haji menggunakan jalur tersebut. Besaran biayanya dengan kurs dollar sekitar Rp. 15 ribu totalmya sekitar Rp. 300 juta,” imbuh H Basir.
Dilansir laman Kemenag, sifat jalur haji dengan visa furoda adalah resmi dan legal dalam perspektif aturan imigrasi Pemerintah Arab Saudi












