Mulai dari menggambar pada sebuah kain putih, membuat batik yang akan dicap, menggores malam pada bidang yang digambar, membuat pewarna alam, kemudian memberi warna kain yang dicanting, merendam dan mengeringkan hingga sampai jadi batik.
“Beliau (Ketua Bhayangkari Daerah Jatim) melihat dan praktik langsung membatik secara manual,” kata orang nomor satu di Polres Jombang jajaran Polda Jatim ini.
Selain melihat dan praktik langsung membatik, AKBP Nurhidayat mengatakan, rombongan Bhayangkari Jawa Timur bersama pengurus Bhayangkari Cabang Jombang melihat batik yang sudah jadi dan siap untuk dipasarkan.
Ada banyak batik yang sudah dihasilkan di sini. Kain yang sudah dibatik dengan beragam motif itu tertata rapi di galeri bernama pesona batik Jombang tersebut.
“Tentunya ibu Ketua Bhayangkari Daerah Jatim memberikan apresiasi atas karya-karya batik yang sudah siap untuk dipasarkan itu,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, pihaknya juga akan mendukung penuh UMKM pembuatan batik milik anggota Bhayangkari Cabang Jombang tersebut. Ia berharap, terus dikembangkan sebagai bentuk melestarikan budaya Indonesia.
“Batik adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Seperti diketahui Batik telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya bangsa. Tentunya kami mendukung penuh,” pungkas alumni akademi polisi tahun 2022 ini./////









