Kepada wartawan, Alumni Muda HMI menuturkan LDKS PIJAR akan melakukan aksi demonstrasi dalam waktu dekat untuk mendapatkan jawaban yang lengkap atas penjualan saham milik Banyuwangi.
“Ketika ada kebijakan yang menyimpang, itu merupakan konsumsi publik. Jadi ya sah-sah saja jika nantinya kami melakukan aksi juga, apalagi ini berkaitan adanya indikasi korupsi uang rakyat,” kata Bondan.
Lebih lanjut dia menegaskan dalam waktu dekat LDKS PIJAR akan turun ke jalan, “Karena menurut hemat kami permasalahan ini terlalu berlarut-larut dan terkesan ada yang disembunyikan.” pungkasnya.
Sementara Cahyanto Hendri Wahyudi, Plt Kepala BPKAD Banyuwangi menjelaskan dalam menjalankan setiap kebijakan yang pasti pihaknya melalui mekanisme dan prosedur sudah sesuai aturan.
“Hasil penjualan saham sudah disetor ke kas daerah dan teman-teman yang demo kemarin memang mengajukan surat mohon penjelasan terkait hal tersebut dan sudah kita tindak lanjuti dengan audiensi beberapa kali dengan yang memberikan penjelasan,” jelas Cahyanto.
Sehingga anggapan surat balasan untuk BCW Banyuwangi yang merasa belum mendapatkan jawaban padahal sekitar 7 (Tujuh) bulan berkirim surat, sudah mendapatkan tanggapan dari BPKAD Banyuwangi tetapi mereka belum puas.” Menurut njenengan sudah audiensi dengan penjelasan yang sama bagaimana ?,” pungkas Cahyanto.///












