“Kalau kita masih 70 persen lokal, 30 persennya ekspor kita ke beberapa negara Eropa, Asia, dan Amerika,” paparnya.
Ia menambahkan, untuk memberdayakan masyarakat sekitar terkait potensi pertanian tembakau. One hundred persen bermitra dengan petani.
“Makanya acara ini pun bisa terlaksana, dengan mengenalkan potensi tembakau yang ada di tengah pemukiman penduduk. Bukan pengusaha dan pekerja, tapi dengan petani kita pun juga mitra,” pungkas Budi.
Dikofirmasi terpisah, General Manager PT. Yala Indoperkasa Surabaya, Yessica Meitaria mengungkapkan. Melalui kegiatan factory visit pembuat cerutu serta, meninjau langsung potensi daun tembakau.
Dapat menjadi pendorong potensi pasar cerutu, dan bisa semakin dikenal meluas di dunia.
“Bukan cuma melulu Cigar import dan juga dengan minuman lokal. Jadi kita mau powering produk lokal di Indonesia,” ungkap Yessica.
Sebagai salah satu distributor cerutu dari DNT di wilayah Surabaya dan Jawa Timur. Pihaknya berharap dapat mengangkat potensi tembakau Jember lewat cerutunya.
“Jadi lebih eksplor kita adakan acara ini di tengah kebun wilayah Jember. Cerutu lokal kita bagus, dan diakui. Produk (dalam negeri) kita tidak kalah dengan luar negeri. Apalagi produk kita sudah dikenal di tingkat internasional,” tandasnya./////









