Kenaikan Harga Plastik, Pelaku UMKM Jamur Tiram Mengeluh

by -11 Views
Wartawan: Hari Purnomo
Editor: Herry W Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com — Kenaikan harga bahan baku plastik mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satunya dialami oleh Mia (53), pembudidaya jamur tiram asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, yang kini harus menghadapi lonjakan biaya produksi yang signifikan.

Mia mengungkapkan, plastik merupakan komponen penting dalam proses pembibitan dan pembungkusan jamur tiram. Plastik digunakan sebagai pembungkus media tanam (baglog) yang menjadi tempat tumbuh jamur sebelum masa panen.

“Untuk sekali pembibitan, biasanya saya hanya butuh modal sekitar Rp1.500.000 untuk plastik. Tapi sekarang, dengan jumlah yang sama, harganya naik jadi Rp3.000.000,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Kenaikan tersebut mencapai hampir 100 persen, sehingga sangat memberatkan pelaku usaha kecil yang bergantung pada kestabilan harga bahan baku.

Menurut Mia, lonjakan harga plastik ini secara langsung berdampak pada pendapatan. Pasalnya, biaya produksi meningkat tajam, sementara harga jual jamur tiram di pasaran tidak bisa serta-merta dinaikkan.

“Kalau harga jual dinaikkan, pembeli bisa berkurang. Apalagi kondisi ekonomi sekarang juga lagi sulit,” jelasnya.

Situasi ini membuat keuntungan semakin menipis, bahkan berpotensi merugikan jika tidak segera diantisipasi. Di sisi lain, kebutuhan produksi tetap harus berjalan agar usaha tidak berhenti.

Mia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan baku, khususnya plastik, agar pelaku UMKM tetap bisa bertahan.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah, supaya kondisi seperti ini tidak berlarut-larut. Kalau dibiarkan, banyak UMKM yang bisa terdampak serius,” pungkasnya./////////

iklan warung gazebo