Lebih dari itu saya sedih kondisi itu akan menghambat karier pejabat Situbondo yang sudah lama dirintis. Akan semakin sempurna jika jabatan Sekda nanti ditempati oleh pejabat dari kabupaten tetangga pula. Kita warga Situbondo seperti dijajah tanpa merasa. Sebuah kondisi yang tidak saya jumpai dalam
Pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Tapi itu saya, orang lain bisa saja punya pendapat dan cara tersendiri untuk menyampaikan cintanya pada Situbondo. Bisa saja orang kain berpendapat Situbondo harus maju. Dan karena harus maju, harus didatangkan orang yang pandai dan berkompeten.
Bagaimana dengan Perusda Pasir Putih? Kalau mengacu pada prestasi yang tetap eksis saat terjepit dan bangkit dari masa sulit, mestinya Jabatan Direktur Perusda Pasir Putih berlanjut setidaknya sampai masa jabatannya habis. Faktanya dia “diberhentikan” di tengah jalan.
Memang harus diakui, sejak dahulu jabatan Direktur BUMD, tak bisa lepas dari politik. Posisi itu selalu diisi oleh orang-orang di lingkaran kekuasaan. Masalahnya, mencopot pejabat di tengah jalan pada saat posisi sarat prestasi, menurut penulis kurang arif.
Ditambah lagi, Perda tentang pembubaran BUMD tak segera selesai lantaran DPRD selalu tidak Quorum. Entah kebetulan atau tidak, tidak pernah Quorumnya DPRD lantaran hampir semua Anggota Fraksi Gerindra tidak hadir. Jangan heran bila hal ini dikaitkan dengan desas-desus Bupati berniat menjadi Ketua DPC Partai Gerindra?
Bisakah Bung Karna menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Situbondo? Mengacu AD/ART itu hampir tidak mungkin. AD/ART diantaranya mengisyaratkan tentang syarat kader madya/muda dan sejumlah pendidikan pengkaderan. Namun dalam politik apa yang tidak mungkin? Apalagi dalam pasal 5 (2) AD/ART Partai Gerindra menyebutkan, “DPP dapat menetapkan seseorang menjadi kader luar biasa sesuai strata kader berdasarkan prestasi luar biasa.”
Sejarah juga mencatat, dulu pernah ada bupati dalam waktu singkat bisa menjadi Ketua DPC sebuah partai di Situbondo tanpa proses kader-kaderan. Pada saat yang sama, dia meninggalkan partai pengusungnya. Apakah PPP akan mengulang kisah yang sama? Selalu ada kemungkinan dibalik ketidakmungkinan. Tapi, terkadang meninggalkan lebih dahulu itu perlu sebelum ditinggalkan./////












