“Ada keunikan hutan, religi tourism, meditasi, kultur budaya, pemandangan, hingga ombak yang bisa dimanfaatkan untuk surfing. Ini paket lengkap, kombinasi yang bagus dari Alas Purwo,” tuturnya.
Untuk diketahui, APJR 2024 merupakan rangkaian kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) dan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Ke-75, kolaborasi antara KLHK dengan UGM yang didukung oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Diikuti 877 peserta yang dibagi dalam dua kategori yaitu; 6 Kilometer (KM) dan 12 (KM). Untuk tempat start-finish di Pantai Triangulasi TNAP. Untuk lomba lari kategori terbuka laki-laki dan perempuan (Open Men – Women), para juara mendapatkan berbagai macam hadiah menarik berupa; piagam penghargaan, trophy, uang pembinaan dan merchandise.
Selain lari di tengah hutan, rangkaian kegiatan APJR 2024 juga dilengkapi dengan berbagai aksi konservasi, diantaranya; pelepasan tukik sebanyak 1.500 ekor, penanaman pohon dan pembagian 1.100 bibit tanaman untuk finisher.
Tak hanya itu, event tersebut juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar kawasan TNAP Banyuwangi yang bergelut di bidang penyedia jasa transportasi, akomodasi, makanan/minuman hingga souvenir untuk memberikan multiplier effect bagi masyarakat Banyuwangi, khususnya yang ada di kawasan tersebut.











