Perwakilan PT TMS, Arifin, menargetkan dapat mengalihkan sekitar 20.000 wisatawan untuk mendarat di Banyuwangi. Sebelum pandemi, perusahaannya melayani rata-rata 360.000 wisatawan per tahun dari China dan Taiwan menuju Bali.
“Selain rute Tiongkok-Banyuwangi, kami juga berencana membuka rute langsung Taiwan-Banyuwangi. Tinggal mencocokkan slot penerbangannya dan akan segera direalisasikan,” tambah Arifin.
Marhen optimistis paket wisata ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. “Ini peluang besar, mengingat Kawah Ijen masuk dalam top of mind wisatawan China,” pungkasnya. (*)











