Warsito menyampaikan perlunya perlibatan masyarakat secara aktif dalam setiap kegiatan pembudayaan olahraga di Indonesia. Olahraga berbasis masyarakat akan berdampak pada gaya hidup sehat, ungkapnya.
“Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragan bahwa olahraga masyarakat merupakan olahraga yang dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat _(sport for all_)_ . Hal tersebut menjadi salah satu kunci untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Warsito berharap kegiatan KORMI dan TAFISA sebagai _people to people contact_ dapat bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu Warsito mengharapkan pemerintah daerah berperan aktif dan memberikan akses penggunaaan sarana dan prasarana olahraga dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Deputi Warsito menutup secara resmi kegiatan TAFISA Southeast Asian Sport for All Forum yang telah diikuti oleh delegasi Sport For All dari negara Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Jepang, Korea serta perwakilan Kementerian/Lembaga yang mewakili pemerintah pusat maupun daerah.
Dalam kegiatan forum ini terdapat beberapa komitmen di antaranya adalah akan digelar secara rutin setiap tahun TAFISA _Southeast Asian Sports For All Forum_, penyelenggaraan kejuaraan/festival Sport For All se-Asia Tenggara untuk pertama kali pada tahun 2026 nanti dan Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah, serta menjadikan TAFISA Forum berkontribusi dalam program ASEAN di bidang keolahragan.(*/ANO)











