Situbondo, seblang.com – Pemerintah terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi warga yang terdampak pembangunan infrastruktur strategis nasional. Pada Kamis (22/1/2026), Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) merealisasikan penyaluran bantuan kerohiman tahap kedua bagi warga terdampak pembangunan Bandara KASA Banongan, Situbondo.
Penyaluran bantuan yang dipusatkan di lokasi penampungan ternak Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih ini, menyasar para buruh tani asal Kecamatan Jangkar dan Kecamatan Asembagus. Fokus utama penerima manfaat adalah para mantan pekerja lahan melon yang kehilangan akses mata pencaharian akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan bandara.
Pada tahap kedua ini, Kemenhan RI mendistribusikan sebanyak 125 ekor sapi dan 250 ekor kambing. Program ini dirancang bukan sekadar bantuan sosial sesaat, melainkan strategi pemulihan ekonomi jangka panjang guna mengubah dampak hilangnya lahan menjadi peluang kesejahteraan baru di sektor peternakan.
Koordinator Fasilitator Pengadaan Ternak dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Andre, menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengawasan ketat untuk menjamin kualitas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
“Tugas kami adalah memastikan setiap ternak yang di-drop ping dalam kondisi sehat dan layak. Sasaran tahap ini adalah warga yang benar-benar terdampak pembangunan lapangan terbang KASA, mulai dari pekerja hingga buruh tani di lingkungan tersebut,” jelas Andre saat ditemui di lokasi.
Bagi warga, bantuan modal produktif ini menjadi angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi. Buasim, warga Desa Trigonco yang sebelumnya bekerja di lahan melon, mengaku sempat bingung mencari nafkah setelah lahan pertaniannya terdampak proyek.
“Saya sangat senang. Dengan bantuan sapi dan kambing ini, saya punya semangat lagi untuk menyambung hidup. Harapannya, program ini membuat Situbondo lebih maju,” tuturnya dengan nada haru.
Senada dengan Buasim, Ahmad Ferdi warga Desa Asembagus yang kini beralih profesi menjadi kuli bangunan di proyek bandara, merasa bangga atas perhatian pemerintah. Sementara itu, Pak Arief dari Desa Gudang menegaskan komitmennya untuk merawat bantuan tersebut sebagai aset masa depan.
“Ini untuk bibit saja, buat tabungan. Tidak akan saya jual,” tegasnya.
Kelancaran distribusi bantuan ini didukung penuh oleh peran aktif pemerintah desa. Kepala Desa Gudang, Mujiono, turun langsung mengawal 63 warganya yang menerima manfaat pada tahap ini.
“Kami sudah memusyawarahkan terkait proses akomodasi. Untuk mobilisasi ternak dari titik kumpul menuju rumah warga, kami koordinasikan menggunakan armada desa secara kolektif agar warga tidak terbebani,” pungkas Mujiono.
Program bantuan yang dilakukan secara bertahap ini menjadi bukti kesinambungan kebijakan perlindungan sosial pemerintah. Dengan pemberian ternak sebagai modal produktif, para mantan buruh tani diharapkan mampu mandiri dan berdaya secara ekonomi di tengah kemajuan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Situbondo.










