Kembali Digelar, Diaspora Banyuwangi Ajang Lepas Kangen Para Perantau Banyuwangi

by -1438 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Dengan kembali pulihnya sektor ekonomi pasca pandemi itu, lanjut Ipuk, berbagai program pembangunan yang sempat tertunda kembali digalakkan. Seperti halnya pembangunan infrastruktur jalan.

Pada 2023 ini, ditargetkan akan ada perbaikan jalan sepanjang 550 KM yang terbagi dalam 62 titik pembangunan. “Per April ini, sudah tuntas pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 289 KM. Secara bertahap, hal ini akan dituntaskan secara keseluruhan,” ujar Ipuk.


Meski demikian, imbuh Ipuk, masih banyak ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan. Dengan anggaran terbatas, tidak memungkinkan pembangunan jalan di Banyuwangi yang mencapai 2.771 KM dituntaskan dalam satu waktu.

“Memang belum semua kita perbaiki, bertahap akan dulakukan. Karena APBD kita juga untuk membiayai sektor pendidikan, kesehatan, juga pelayanan publik lainnya. Jadi kami harus bagi sesuai skala prioritas,” beber Ipuk.

Selain menyampaikan laporan tersebut, Ipuk juga mengajak para perantau untuk bersama-sama membangun daerah kelahirannya. Baik dalam menggerakkan ekonomi hingga menjadi duta promosi Banyuwangi di luar daerah. “Mari kita bersama-sama membangun daerah kita tercinta ini,” ajaknya.

Kemajuan Banyuwangi diakui oleh Sulih Budi Santoso. Perantau yang lama tinggal di Merryland, Amerika Serikat itu kaget saat pulang kampung di Siliragung pada Kamis lalu (20/4/2023).

Akses jalannya kini mengalami perkembangan luar biasa. “Jalannya sudah rata dan lebar. Senang rasanya saat pulang kemarin,” akunya.

Budi juga mengaku bangga dengan perkembangan Banyuwangi dalam sepuluh tahun terakhir. Ia tak jemu-jemu mempromosikan keindahan Banyuwangi kepada kawan-kawannya di negeri Paman Sam itu.

“Saya kenalkan gunung Ijen dan Alas Purwo kepada teman-teman saya di Amerika. Tidak sedikit yang kemudian tertarik datang ke sini,” ungkap pria yang telah 24 tahun bekerja di restoran Jepang di AS itu.

Acara diaspora kali ini juga dijadikan ajang Musyawarah Nasional (Munas) pertama Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi). Berbagai utusan Ikawangi dari berbagai kota pun turut hadir. Tak ketinggalan pula Ikawangi yang berasal dari Malaysia, Taiwan, Australia, Jepang dan sejumlah negara lainnya.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *