Setelah mencapai puncak Pakel, Imam melakukan breakaway, memacu kecepatan hingga rata-rata 70-80 km/jam pada turunan tajam, dan bergabung dengan kelompok terdepan hingga garis finish.
Pemenang tercepat Etape 3, Nisu Oskar, mengungkapkan, “Saya bahagia, Tour de Ijen menjadi kemenangan pertama saya di event UCI. Etape ini memang sulit, apalagi ketika KOM. Tapi saya yakin saya bisa mengejar ketika turunan, dan saya berhasil menjadi yang terdepan.”
Persaingan ketat terlihat dengan pemenang berbeda di setiap titik sprint. Laas Martin dari Fereiquick Panda Podium Mongolia berhasil meraih G-Land Jersey (Green Jersey), sementara Rebound Jersey (Polkadot Jersey) diraih oleh pembalap Jepang, Ishigami Masahiro dari Aisan Racing Team.
Meski meraih Ijen Sulfur Jersey, Imam tidak boleh lengah karena selisih total catatan waktunya hanya terpaut tipis dari beberapa pembalap lainnya. Penentuan juara umum akan diputuskan di Etape 4, etape terakhir yang dikenal sebagai “etape neraka”, pada Kamis (25/7/2024) dengan start di Pantai Boom Marina dan finish di Paltuding Gunung Ijen.










