Diungkapkan Kepala Desa Durenan Purnomo, jika program SPAM dari Kementrian PUPR tersebut sangat di rasakan manfaatnya, mengingat Desa Durenan dan Desa Winong sendiri merupakan kawasan yang susah air.
Lebih lanjut ia menceritakan, jika di Desa Durenan dan Desa Winong untuk mendapatkan air hanya bergantung pada sumber mata air yang ada di hutan kawasan Perhutani.
“Masyarakat di sini hanya menggantungkan air dari sumber mata air di hutan.Jika harus menggali, maka kedalaman galian pun sangat dalam dan pasti akan banyak batu yang akan menghambat penggalian. Dengan adanya program SPAM ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ungkap Purnomo.
Harapan kami, semoga dengan adanya program SPAM di Desa kami ini manfaatnya dapat di rasakan berkelanjutan dan angka stunting di Kabupaten Madiun dapat di minimalisir. (Adv)











