Dalam upaya mempercepat penurunan stunting tahun ini Pemkab Banyuwangi mengalokasikan Rp. 7 miliar.””Anggaran itu untuk intervensi nutrisi ke ibu hamil risiko tinggi dan anak usia bawah dua tahun atau umur 0-24 bulan dimana pada masa ini anak mengalami periode pertumbuhan emas. Masa ini sering disebut dengan 1000 HPK yaitu 1000 hari pertama kehidupan. bayi di bawah dua tahun atau baduta,” kata Henik.
Lebih lanjut pejabat berhijab itu menambahkan angggaran penanganan stunting tersebut dialokasikan secara proporsional ke 25 Kecamatan.
Total ada ada 2.704 jiwa yang menjadi penerima manfaat. Sasaran prioritas yakni 1.296 jiwa, terdiri dari 792 bayi stunting dibawah 2 tahun dari keluarga miskin (0-2) stunting. Selain itu terdapat sekitar 504 bumil risti dari keluarga miskin.
Lebih lanjut dia menjelaskan setiap hari nantinya penerima manfaat akan mendapat alokasi Rp 15 ribu atau Rp 450 ribu sebulan selama setahun untuk menambah asupan nutrisi mereka.
Bantuan akan disalurkan melalui pemerintah kecamatan yang akan ditindak lanjuti bekerjasama dengan warung atau penjual sayur keliling (Mlijoan) untuk menyalurkan makanan bernutrisi, seperti; telor, ikan, ayam dan daging bagi buduta bayi dan kepada bumil risti. Warung dan mlijoan nantinya akan dibayar oleh tim untuk proses penyalurannya.”Program ini akan kami mulai pada Februari 2023 mendatang, dengan memaksimalkan pendampingan Tim Pendamping Keluarga,” pungkasnya./////









