Selanjutnya dia mengungkapkan dalam kondisi hujan, terang kemudian hujan lagi sangat memingkinkan perkembangan nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti).
Lebih lanjut dia menambahkan tiga kecamatan yang angka temuan kasus DBD cukup tinggi adalah; kecamatan Muncar, Srono dan kecamatan Bangorejo.
Secara khusus untuk kecamatan Muncar dan Srono yang merupakan daerah endemik, menurut Amir, pihaknya sudah mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan para pihak terkait.
“Untuk kecamatan Bangorejo saya datang sendiri bertemu dengan Camat, Kapolsek, Danramil dan seluruh kepala desa (Kades) untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan mengupayakan peningkatan Kemunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) agar terhindar gigitan nyamuk demam berdarah dengan gerakan 3 M,” imbuh Amir.
Di beberapa kecamatan menurut dia temuan kasus DBD relatif kecil, namun potensi peningkatan populasi nyamuk Aedes Aegypti cukup masif.”Hal ini membutuhkan kewaspadaan kita bersama,” pungkasnya.///////










