Lebih lanjut, Jenderal Listyo menyampaikan. Menjelang pemilihan umum tahun 2024 yang rawan terjadi polarisasi masyarakat akibat Politik identitas.
“Hal tersebut dapat mengakibatkan perpecahan masyarakat di tengah situasi sulit yang dihadapi bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dengan KH. Nurul Huda Djazuli (Masyayikh Ponpes Al Falah), Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli (Masyayikh Ponpes Al Falah), para sesepuh dan pengasuh Ponpes Al Falah serta Forkopimda Kabupaten dan Kota Kediri.









