Khofifah menyebut, Boedi oetomo melandaskan dirinya untuk mengejar 3 tujuan yang menjadi cita-cita utama kebangkitan nasional, yakni Memerdekakan cita-cita kemanusiaan, Memajukan nusa dan bangsa, serta Mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia.
Barisan persatuan yang dibentuk oleh Boedi Oetomo adalah suatu pemantik bagi kekuatan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang sulit, baik pada masa pra-kemerdekaan maupun pasca-kemerdekaan.
“Di masa ini, di saat kemerdekaan telah kita raih, barisan perjuangan kita harus tetap rapat, erat, dan terus maju bergerak – mengobarkan api “Semangat Untuk Bangkit !” Demi mewujudkan Indonesia emas 2045,”tutur Khofifah.
Sementara itu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr.Toni Harmanto,M.H usai mengikuti upacara di Gedung Grahadi mengatakan Era kebangkitan Nasional memberikan pelajaran penting bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Seperti disampaikan Ibu Gubernur tadi bahwa untuk mengubah jalannya arus sejarah, dan menata kembali jalannya permainan sebagai game changer, para pendiri bangsa tidak hanya berbekal ketinggian pemikiran intelektual tapi kemuliaan adab,” ungkap Irjen Toni.
Kapolda Jatim menyebut hal ini merupakan pelajaran terpenting yang bisa diserap oleh seluruh rakyat Indonesia pada hari kebangkitan nasional.
“Pelajaran pada fase kelahiran Boedi Oetomo sebagai penanda kebangkitan Nasional, saat ini pun kita disadarkan kembali bahwa langkah maju kedepan yang membutuhkan kecerdasan dan inovasi yang kreatif dan bergerak maju harus bersanding dengan laku adab dan etika yang mulia,”pungkas Irjen Toni. (*)











