Adapun salah satu alasan dapat dipertahankannya Indonesia dari penjajahan adalah berkat nilai kepahlawanan, militansi, dan keberanian arek-arek Suroboyo.
“Sekarang kita bisa menaikkan bendera tanpa ada perlawanan. Berbeda dengan yang dilakukan tokoh-tokoh senior yang ada di Surabaya dulu,”lanjut Tito.
Tito berharap, Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Kota Pahlawan dapat membuat bendera Indonesia berkibar di seluruh sekolah, instansi pemerintah, dan swasta hingga 31 Agustus.
Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta sebelumnya juga telah memerintahkan kepada seluruh personel di jajaran, untuk memasang bendera merah putih baik di kendaraan dinas Polri, kantor dan rumah dinas seluruh anggota Polri sejak 1 Agustus 2022.
Perintah tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolda Jatim nomer STR/923/VIII/PAM.3.3/2022 tanggal 05 Agustus 2022.
Hal tersebut menurut Irjen Pol Nico dalam rangka menghormati jasa jasa para pahlawan yang gugur di medan perang.
“Kita sebagai generasi penerus bangsa, maka harus menjunjung tinggi nilai nilai luhur kebangsaan, Pancasila dan Kebhinekaan,” jelas Irjen Nico usai mendampingi Mendagri melepas 10 juta bendera Merah Putih.
Lebih lanjut Irjen Nico menjelaskan, Pemasangan bendera merah putih ini tidak hanya peringatan HUT semata, melainkan bukti kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pemasangan bendera merah putih di kendaraan dinas, Kantor dan rumah seluruh anggota Polri sejak 1 Agustus
Polri ini juga sebagai wujud kecintaan kepada NKRI,”pungkas Kapolda Jatim ini. (**19/hms).











