Surabaya, seblang.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama jajaran dan seluruh perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim menghadiri Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur kemarin Minggu (14/8/22).
Mendagri Tito Karnavian sebelumnya juga telah meluncurkan gerakan pembagian bendera di wilayah ujung Timur Indonesia yakni Merauke dan wilayah ujung barat yakni Banda Aceh.
Menurut mantan Kapolri tersebut, Kota Surabaya sengaja dipilih untuk Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih karena Kota Surabaya memiliki sisi historis terkait peristiwa berkibarnya bendera Merah Putih.

“Selain tempat kelahiran Bung Karno dan tokoh pahlawan lain, Surabaya memiliki latar belakang historis yang cukup kuat terkait berkibarnya bendera merah putih. Adapun salah satu peristiwa yang sangat monumental adalah insiden di Hotel Yamato pada 19 September 1945,” ujar Tito dalam siaran pers kemarin Minggu (14/8/22).
Tito mengisahkan, insiden Hotel Yamato terjadi karena Belanda dinilai melakukan tindakan provokatif dengan mengibarkan bendera merah putih biru.
Hal tersebut membuat arek-arek Suroboyo tak terima dan langsung bertindak dengan menurunkan bendera tersebut meskipun nyawa taruhannya.
“Mereka merobek warna biru sehingga menyisakan warna merah dan putihnya saja,”tutur Tito Karnavian.
Dari situ kata Tito terdapat pelajaran penting yang bisa dipelajari. Tanpa menafikan daerah lain, Kota Surabaya juga memiliki peran penting dalam peristiwa 10 November 1945.











