Terkait operasional kapal cepat, Ipuk optimistis layanan ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Selain membuka peluang Banyuwangi sebagai pusat logistik dan transportasi di Jawa Timur, pelayaran ini juga diprediksi meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Dengan kapal cepat, jarak tempuh dari Bali ke Banyuwangi menjadi lebih singkat, sehingga memberi lebih banyak pilihan bagi wisatawan,” ujarnya.
Selain meninjau dermaga Marina Boom, Gubernur Khofifah juga mengunjungi Pelabuhan Ketapang untuk memantau rencana pembangunan jembatan penghubung antara Dermaga LCM (Dermaga IV) dan Dermaga Bulusan. Rencana tersebut sebelumnya disampaikan pihak ASDP pada 28 Maret lalu.
“Karena itu saya ke Banyuwangi untuk memaksimalkan peluang-peluang sektor jasa dan layanan publik. Dan dua-duanya berbasis di Banyuwangi,” kata Khofifah.
Ia menegaskan pentingnya memperkuat konektivitas antardaerah melalui jalur laut, guna memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Rencana perluasan layanan ke wilayah seperti Sulawesi dan Kalimantan juga tengah dipersiapkan.
“Next step kita akan luaskan layanan yang bisa membangun konektivitas lebih luas antara Banyuwangi, Sulawesi dan Kalimantan, sehingga akan mempermudah mobilitas barang dan jasa juga penumpang,” tambahnya.









