Kaops menegaskan bahwa upaya preemtif akan terus dilakukan, seperti yang terlihat di Tasikmalaya hari ini, serta di Ciamis sebelumnya, di mana sumur bor dibangun untuk membantu warga yang menghadapi masalah kekeringan. Selain itu, pihaknya juga mengajak para tokoh agama, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan pemuda (OKP) untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang damai.
“Harapan kami adalah agar para tokoh masyarakat dan ulama dapat memberikan pemahaman bahwa kesuksesan Pemilu tergantung pada persatuan masyarakat, tanpa adanya perpecahan, meskipun berbeda pilihan dalam Pemilu nanti,” tambahnya.
Para anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang terlibat dalam pendistribusian juga diberikan tugas untuk menyampaikan pesan keamanan kepada masyarakat, dengan tujuan menjaga agar perjalanan Pemilu berjalan aman dan damai tanpa konflik. Sementara bantuan ke pondok pesantren bertujuan untuk membantu santri-santri, sesuai dengan tujuan Operasi Nusantara Cooling System yang bersifat preemtif dan preventif, yaitu menciptakan situasi kondusif menjelang Pemilu.
Selain itu, perwakilan Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam, juga menegaskan dukungannya terhadap penyelenggaraan Pemilu yang aman dan damai. Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Santri ini untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu.
“Kami sangat mendukung apa yang disampaikan oleh Irjen Asep Edi. Ini adalah dukungan dari masyarakat, dan persatuan TNI dan Polri yang telah memberikan sembako kepada masyarakat. Kami berharap agar masyarakat mendukung agar tidak ada fitnah atau pemecahan antarwarga,” ungkapnya.









