Kerja keras mereka membuahkan hasil yang manis. Omset penjualan arum manis mereka mencapai Rp2 juta per hari, terutama saat acara-acara ramai di Situbondo. Selain arum manis, Ghazi juga berencana mengembangkan usaha es krim goreng dan truk mainan buatannya.
Meskipun sukses, Ghazi menghadapi tantangan dalam mengembangkan usahanya lebih besar. “Saya merintis usaha ini dari nol setelah mengalami musibah kebakaran di Bali, namun apa daya saya tidak punya jaminan untuk bisa meminjam modal,” ungkap Ghazi, Senin, (24/3/2025) di tempat dimana ia berjualan.
Kisah Ghazi dan David adalah bukti nyata bahwa semangat, kreativitas, dan kerja keras dapat mengubah keterpurukan menjadi kesuksesan. Mereka berharap kisah mereka dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk berani berwirausaha dan tidak takut menghadapi tantangan.//////











