Banyuwangi, seblang.com – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Kepala Desa (Kades) Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, M. Arifin, memilih menekuni usaha ternak unggas, khususnya mentok, ayam, dan bebek.
Menurut Arifin, rintisan usaha ternak tersebut berawal dari coba-coba serta keinginannya untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat dan protein bagi kedua anaknya.
“Awalnya coba-coba dan ingin memenuhi kebutuhan keluarga, minimal untuk mengurangi pengeluaran belanja harian karena anak tiap hari juga butuh protein,” ujar Arifin di rumahnya, Minggu (25/1/2026).
Dengan menekuni ternak unggas, Arifin berharap bisa memperoleh penghasilan harian, mingguan, hingga bulanan yang dinilai cukup membantu pendapatan keluarganya.
Ia menuturkan, usaha ternak mentok diawali dengan membeli 10 ekor. Seiring waktu, jumlah ternaknya berkembang cukup pesat hingga kini mencapai lebih dari 70 ekor.
Dari jumlah tersebut, untuk mendukung operasional pembelian pakan, Arifin menjual sebagian mentok, terutama pejantan.
“Harga jual mentok jantan (bangsong) per ekor berkisar Rp130 ribu hingga Rp150 ribu. Sedangkan mentok betina dijual Rp50 ribu sampai Rp70 ribu per ekor,” imbuhnya.
Saat ini, jumlah mentok indukan sekitar 30 ekor, sedangkan anakan mencapai sekitar 20 ekor. Sebelum pergantian tahun lalu, Arifin juga sempat menjual sebagian ternaknya dan memperoleh hasil penjualan yang cukup lumayan.
Karena dinilai menguntungkan, Arifin pun mengajak warganya, khususnya yang tinggal di sekitar lokasi kandang, untuk ikut beternak mentok sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.////////










