Dia menambahkan untuk pencegahan, pihaknya sudah melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pasar hewan Desa Glagah.
”Untuk minggu depan kami akan konsultasi dengan petugas dari Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Banyuwang teknis penyemprotan pada hewan yang dibawa para pedagang yang berasal dari wilayah Glagah,” pungkasnya.
Sementara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Nanang Sugianto, mengungkapkan pihaknya tidak pernah instruksi untuk menutup pasar hewan di Banyuwangi jadi penutupan pasar hewan merupakan kebijakan pemerintah setempat.
Menurut dia pihaknya akan melakukan evaluasi lagi terkait perkembangan kasus PMK di Banyuwangi.”Silahkan membuka lagi tetapi teman-teman pedagang dan peternak yang mau beraktifitas silahkan ikuti SOPnya. Karena saat ini petugas melakukan pembatasan lalu lintas pergerseran hewan ternak antar wilayah agar tidak terjadi penyebaran kasus PMK di Banyuwangi,” jelasnya.
Apalagi lanjut dia daerah-daerah tersebut jelas-jelas ada temuan positif kasus PMK. Untuk wilayah Glagah dan Licin dalam satu minggu terakhir temuan kasus PMK dibandingkan dengan kecamatan yang lain.
“Saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian dan Satpol PP Banyuwangi untuk melakukan pembatasan lalu lintas hewan meskipun temuan kasus di lapangan tidak sama dengan awal Juni kemarin,” pejabat asal Trenggalek itu..
Semakin menurunya temuan kasus PMK, menurut drh Nanang selain karena upaya penyekatan yang dilakukan petugas, juga disebabkan adanya kesadaran dari para peternak dan pedagang terhadap pencegahan dan penanggulangan kasus PMK .///












