Kades Jelaskan Alasan Dua Kali Penutupan Pasar Hewan Glagah Banyuwangi

by -1015 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Penutupan sementara Pasar Hewan Desa / Kecamatan Glagah Banyuwangi untuk pencegahan penyebaran virus PMK

Banyuwangi, seblang.com – Penutupan pasar hewan di Desa / Kecamatan Glagah Banyuwangi pada minggu lalu merupakan respons pemerintah desa dan pengelola pasar atas permintaan para pedagang untuk menutup pasar hewan agar harga jual sapi tidak merosot dan pedagang/peternak bermodal kecil tidak mengalami kerugian.

Menurut Slamet Priyo Widodo, Kepala Desa (Kades) Glagah, penutupan pasar hewan di wilayahnya pada Senin (13/06/2022) merupakan tindak lanjut dan kepatuhan terhadap instruksi dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kecamatan Glagah sebagai salahsatu upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan di wilayah Glagah dan sekitarnya.

“Awalnya ada aduan dari para penjual sapi kepada pengelola pasar bahwasanya ingin pasar hewan buka mepet-mepet hari raya Idul Adha supaya harga sapi naik. Kalau sekarang takut turun tetapi kami tetap mempertimbangkan juga untuk pencegahan penyebaran penyakit karena di Licin sudah kena waktu itu,” jelas Priyo panggilan akrab Kades Glagah itu di ruang kerjanya pada Senin (13/06/2022)

Selanjutnya dia berharap karena pasar hewan dalam semingu buka sekali (tiap hari Senin) paling lambat dua minggu menjelang Idul Adha pasar hewan di wilayahnya bisa buka lagi.

“Besok Senin (20/06/2022) kurang sekitar dua minggu harapannya pasar hewan Glagah bisa buka. Tetapi kami juga belum ada SOP dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi seperti apa. Misalnya ada petugas kesehatan hewan yang melakukan pengecekan dan pengawasan hewan yang dijual belikan di pasar hewan Glagah,” imbuh dia.

Lebih lanjut ayah satu putri itu menuturkan apabila pasar hewan di wilayahnya buka kembali, pihaknya akan melakukan pendataan secara detail, antara lain; nama pemilik, jumlah sapi yang dibawa, wilayaha asal hewan, nama /alamat pembeli dan lain sebagainya.

“Nanti akan diketahui asal usul hewan sapi, kambing atau domba dan alamat lengkap pembeli sehingga terjadi penemuan kasus PMK penangananya lebih cepat,” ujar Priyo.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *