Malang, seblang com – Konektivitas Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Kabupaten Malang terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan penyelesaian pekerjaan pada Desember 2026, sementara progres fisik pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan percepatan pembangunan masih bergantung pada penyelesaian sejumlah persoalan pembebasan lahan.
“Sudah 80 persen, masih ada beberapa lahan yang memang perlu penanganan untuk pembebasan. Masih menunggu itu. Begitu selesai, nanti segera dieksekusi dan progres fisiknya naik,” kata Khairul saat dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Oong tersebut, proses pembebasan lahan kini terus dipercepat agar pekerjaan fisik yang tersisa dapat segera dikerjakan. Targetnya, seluruh pekerjaan yang menjadi bagian wilayah Kabupaten Malang dapat dituntaskan pada akhir 2026.

“Harusnya Desember. Desember memang waktunya sudah ini, tapi sekarang lagi dilakukan percepatan pembebasan lahan yang belum-belum itu,” ujarnya.
Di sisi lain, panjang JLS yang berada di wilayah Kabupaten Malang mencapai sekitar 58 kilometer. Oong menyebut pembangunan pada wilayah Kabupaten Malang pada prinsipnya telah tuntas, sedangkan konektivitas secara keseluruhan masih menunggu penyelesaian ruas JLS di wilayah Blitar.
“Kalau JLS di kita kan sudah tuntas. Di kita sudah 58 kilometer, tinggal menunggu selesainya pekerjaan fisik JLS Blitar, sehingga nanti terkoneksi langsung Blitar, Tulungagung, Trenggalek,” jelasnya.
Persoalan konektivitas tersebut menjadi penting karena pembangunan JLS tidak berhenti pada batas administratif Kabupaten Malang. Jaringan jalan tersebut diharapkan menjadi jalur penghubung antarkawasan di bagian selatan Jawa Timur sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu daerah.











