Banyuwangi, seblang.com – Dua jembatan vital di Banyuwangi menjadi perhatian serius Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat penanganan Jembatan Alasmalang dan Jembatan Tambong, dua infrastruktur penting yang menjadi urat nadi mobilitas warga di Bumi Blambangan.
Usai kunjungan kerja dua hari di Banyuwangi, Jumat–Sabtu (31/10–1/11/2025), AHY menegaskan bahwa kedua jembatan tersebut harus segera mendapat penanganan karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan masyarakat.
“Jembatan Alasmalang memerlukan perbaikan segera, sementara Jembatan Tambong harus dilebarkan agar arus lalu lintas lebih lancar dan aman. Keduanya sangat strategis bagi konektivitas masyarakat dan distribusi logistik di Banyuwangi,” ujar AHY saat berdiskusi dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebelum bertolak ke Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Kendala utama pada Jembatan Alasmalang, yang sempat terdampak banjir bandang, terletak pada desain lubang jembatan yang kurang memadai untuk menampung debit air besar serta material alami seperti batang pohon. Akibatnya, aliran air kerap tersumbat dan berpotensi menyebabkan luapan ke permukiman warga saat hujan deras.
Sementara itu, Jembatan Tambong yang menghubungkan kawasan Kabat–Rogojampi juga menghadapi persoalan serius. Struktur jembatan yang lebih sempit dibandingkan dengan jalan raya di kedua sisinya menyebabkan titik ini menjadi bottleneck atau penyempitan arus lalu lintas. Kondisi tersebut memaksa kendaraan memperlambat laju, memicu antrean panjang terutama saat jam sibuk atau musim liburan. Tak hanya menghambat mobilitas, situasi itu juga menimbulkan kerawanan kecelakaan akibat kendaraan saling berebut jalur di titik penyempitan.









