“Jangan membiasakan juga membuat berita dipotong. Kadang kala berita dipelintir itu berbahaya untuk pemilu yang akan datang tidak bagus,”ujar Mahfud.
Sementara itu saat ditanya kenapa memilih di Jatim, mantan Ketua MK ini menjelaskan, karena format Jatim dilakukan di berbagai Desa, Kabupaten, tv lokal.
“Formatnya model Jawa Timuran karena ternyata ini sangat bagus., masyarakat senang dengan model itu. Kita bawa model ini ke Sumatra. Kita saling mendengar dan saling mendekatkan hati kita dengan yang lain,”kata Mahfud.
Ia juga mengungkapkan saat ini pemerintah menyiapkan rancangan UU ITE yang baru dan masuk ke proses pembahasan di DPR.
“Tapi pemerintah tak ada artinya kalau masyarakat tidak menyadari, termasuk media,” bebernya.
Sedangkan Khofifah Indar Parawansa, usai mengikuti kegiatan tersebut meyebutkan, masyarakat Jatim mengucapkan terima kasih.
Menurutnya Ini format menyemai damai, menyemai kasih dalam sebuah tertib pemilu serentak 2024, ini akan membantu seluruh stakeholder untuk menjaga suasana tertib aman damai.
“Ini tentu menambah masyarakat jawa timur untuk bisa mendeminasikan di lini lini lebih kecil di Kabupaten/ Kota,” sebut Khofifah. (*)











