“Kami hadir untuk melihat langsung kesiapsiagaan Natal dan Tahun Baru. Alhamdulillah, pelaksanaan di lapangan berjalan baik dan lancar. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG,” ujarnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, kesiapan ASDP bersama seluruh unsur pengamanan di Pelabuhan Ketapang telah berjalan sesuai perencanaan. Koordinasi antarpihak dinilai solid untuk menjaga kelancaran arus hingga akhir masa liburan.
“Seluruh stakeholder telah bekerja dengan baik dan terkoordinasi. Kami berharap arus Nataru ini berjalan aman, lancar, dan selamat sampai selesai,” kata Khofifah.
Terkait potensi cuaca ekstrem, Khofifah menjelaskan, data BMKG Juanda memprediksi puncak curah hujan terjadi pada Januari 2026. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 5 hingga 31 Desember 2025 sebagai langkah mitigasi.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menambahkan, pengamanan Nataru diarahkan pada pelayanan kemanusiaan agar masyarakat merasa aman dan nyaman selama perjalanan. Seluruh personel disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang maupun potensi gangguan akibat cuaca.
“Semua unsur disatukan dalam satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami siaga penuh, termasuk dalam mengantisipasi lonjakan arus dan potensi gangguan akibat cuaca,” ujarnya.










