Jejak Kearifan Amartya bhumi, Mengupas Tuntas Peradaban Sejarah Ibu Kota Kabupaten Malang Kepanjen

by -78 Views
Wartawan: Achmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
ket foto. Pasar dan stasiun kereta api pada jaman kolonial Belanda yang burada di Ibukota Kepanjen. summer foto google


Umpak Jenggolo sendiri, yang terdiri dari dua buah umpak -sebuah di sisi selatan dan dua buah di utara, dan terpisah kurang lebih sekitar 500m- ditemukan memiliki ukiran yang sangat indah, bahkan berkelas kerajaan besar.

Apakah mungkin hanya sebuah desa memiliki umpak yang begitu indah ukirannya? Masih menjadi pertanyaan, di sekitar umpak sendiri, telah ditemukan tembok batu bata merah yang membujur arah utara-selatan di belakang umpak ini, yang sayangnya telah diangkut sebagiannya oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan, sisa sebagiannya masih utuh tertimbun di bawah persawahan.


Masih menjadi pertanyaan, apakah ini merupakan tembok pertahanan, ataukah hanya merupakan tembok suatu bangunan, diperkirakan tembok ini memiliki Panjang lebih dari 250 meter.

Semua tinggalan ini, memperkuat hipotesis yang menyatakan bahwa nama Kecamatan Kepanjen, dimungkinkan sekali diambil dikarenakan wilayah Kepanjen mungkin menjadi tempat tinggal bagi seorang panji atau pangeran.

Atau juga keturunan dari Mapanji Garasakan penguasa Kerajaan Janggala, anak dari Raja Airlangga penguasa Kerajaan Kahuripan.

Diperkirakan juga, asal nama kepanjen ini, merujuk pada suatu wilayah yang menjadi pusat pertemuan para pemimpin di zaman kerajaan Hindu, yang kemudian dikenal sebagai desa Kepanjen, karena memang Masyarakat zaman tersebut, menamakan para pemimpin mereka dengan sebutan “Panji”.

Hal ini disandarkan pada isi Prasasti Turryan yang menyebutkan adanya wilayah “Tugaran” yang jelas sekali menyebutkan wilayah Tegaron, sebuah wilayah di Desa Panggungrejo, yang ada di Kecamatan Kepanjen sekarang.

Hipotesis ini masih perlu diperdalam, sekaligus untuk mematahkan pemahaman legenda sejarah selama ini yang menyatakan bahwa nama Kepanjen ini, berasal dari legenda Raden Panji Pulang Jiwo yang berasal dari Madura.

Bersama dengan Singosari dan Kota Batu, Kepanjen dikenal sebagai kota satelit penyangga utama Kota Malang, dan termasuk dalam kawasan metropolitan Malang Raya. Mayoritas Penduduk Kepanjen adalah Suku Jawa Arekan dan terdapat beberapa minoritas Suku Madura yang merupakan pendatang di wilayah ini.

iklan warung gazebo