Jejak Kearifan Amartya bhumi, Mengupas Tuntas Peradaban Sejarah Ibu Kota Kabupaten Malang Kepanjen

by -78 Views
Wartawan: Achmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
ket foto. Pasar dan stasiun kereta api pada jaman kolonial Belanda yang burada di Ibukota Kepanjen. summer foto google


Kepanjen, seblang.comIbukota Kabupaten Malang, Kepanjen yang menjadi pusat pemerintahan selama kurun waktu 17 tahun sejak dicanangkan menjadi Ibukota sejak tahun 2008 memiliki Sejarah perjuangan yang cukup Panjang untuk patut di kupas tuntas keberadaannya.

Sektor perdagangan dan infrastruktur, juga fasilitas umum pelayanan publik pemerintahan paling banyak dibangun di Kota Kepanjen. Termasuk, sektor usaha dan industri berorientasi pariwisata, dari waktu ke waktu terus menjamur.


Salah satu ikon Ibukota Kabupaten Malang yang ada di Kepanjen adalah Stadion Kanjuruhan, yang dibangun pemerintah pusat sejak tahun 2006 lalu.

Di luar itu, sudah berdiri beberapa usaha jasa akomodasi hotel dan penginapan. Sedangkan pusat perbelanjaan, alun-alun, kawasan terbuka hijau, atau kawasan industri kreatif lokal yang representatif masih belum ditemukan di Kota Kepanjen.

Dari aspek sejarah, konon Kepanjen menyimpan cerita sebagai bekas wilayah dengan peradaban dan kejayaan masa lampau. Akan tetapi, menurut catatan pegiat Amartya Bhumi Kepanjen, masih banyak yang belum tergali dan terkuak, apa yang masih tersimpan di Kepanjen sebagai bukti adanya peradaban dan kejayaan lampau tersebut.

Reka Sejarah Kepanjen, Salah satu pegiat Amartya Bhumi Kepanjian, Budi Hartono mencoba membuka lembaran sejarah yang masih berserak terakit Kota Kepanjen, hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya arca Ganesha Berdiri yang hingga kini masih dapat ditemukan di sekitar Bendungan Karangkates, di dusun Karangkates Desa Karangkates Sumberpucung Kabupaten Malang.

Arca Ganesha berdiri ini ternyata bersifat Vigna Vignecvara, yakni sebagai penghalang/penolak marabahaya. Selain itu, arca ini berfungsi sebagai peringatan kepada siapapun yang hendak menyeberangi Sungai Brantas, yang dulunya merupakan batas wilayah kerajaan Panjalu dan Kerajaan Jenggala.

Sebagai wilayah yang sangat berpotensi mendapatkan serangan dari Kerajaan Panjalu, wilayah Malang Selatan ini cukup mendapat perhatian dari penguasa Kerajaan Jenggala.

Hal ini dapat dibuktikan dengan dibangunnya sebuah pos pantau-pertahanan yang terletak di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Pos pertahanan ini, yang kemudian berubah menjadi desa, telah menyisakan beberapa tinggalan, yakni tembok bata merah yang tertimbun sawah, umpak serta patirtan.

iklan warung gazebo