“ Eksekutif mengupayakan dengan berbagai program dan kegiatan yang diharapkan menjadi stimulus pemulihan ekonomi Banyuwangi, serta dengan sinergi berbagai pihak terkait, khususnya pemulihan pariwisata serta revitalisasi pertanian mengingat pertumbuhan dan kontribusinya yang tinggi dalam menopang peningkatan Produk Domestik Regional Bruto Banyuwangi serta dapat tercapai pada tahun 2023 mendatang, “ucap Wabup Sugirah dihadapan rapat paripurna.
Selanjutnya terhadap penambahan penyertaan modal daerah pada Perusahaan Umum Daerah (PUDAM) pada Tahun 2023 sebesar Rp. 7,7 milyar, program tersebut dilakukan untuk mendukung himbauan 100 persen akses aman air minum di tahun 2024 dengan pendekatan kinerja terukur (output based) yang berkorelasi terhadap peningkatan pelayanan dan kontribusi terhadap Pendapatan Daerah.
Program dimaksud terdiri dari: Program Air Minum Perkotaan (AMK) sebesar Rp. 6 Milyar dan Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (AMBK) sebesar Rp. 1, 7 Milyar dari Pemerintah Pusat dengan mekanisme sebagai berikut:
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diwajibkan untuk menganggarkan 6 milyar rupiah untuk program AMK dan 1 milyar 742 juta rupiah untuk program AMBK pada APBD Tahun 2023 pada pos Pengeluaran Pembiayaan Daerah sebagai tambahan penyertaan modal pada PUDAM.
PUDAM menggunakan dana tersebut untuk membiayai program hibah Air Minum Perkotaan ////










