Surabaya, seblang-com – Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim Arief Rahman sangat menyesalkan kekerasan akibat aksi premanisme yang dialami 5 jurnalis di saat hendak meliput rencana penyegelan klub malam di Surabaya. Ia pun menuntut agar hukum ditegakkan.
Apalagi ini menyangkut kerja para wartawan yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap kelangsungan demokrasi dan kepentingan publik.
“Kelima wartawan tersebut berasal dari media-media profesional yang menjadi anggota AMSI, salah satu konstituen Dewan Pers yang menaungi media siber atau media online. Saya pun wajib melindungi para jurnalis dan sekaligus perusahaan pers yang memang melakukan fungsinya sebagai sumber informasi bagi publik dan juga kontrol sosial,” tegas Arief Rahman.












