Untuk menghindari terjadinya gesekan di lapangan, panitia sudah merancang model kampanye yang waktunya selama 3 hari. Pada hari pertama semua Cakades Segobang akan mengikuti pawai menaiki mobil bak terbuka sesuai dengan nomor urut masing-masing melalui 5 dusun untuk dikenalkan kepada warga masyarakat.
Selain itu di masing-masing dusun panitia pilkades akan memasang 3 baliho besar yang memuat foto, nomor urut dan visi misi calon, sekaligus contoh surat suara yang akan digunakan dalam Pilkades.
Setelah dikenalkan pada warga dalam pawai, para cakades akan melakukan pendalaman dan penjabaran visi misi yang disampaikan di balai desa Segobang. Namun tidak ada tanggapan dari audiens dan debat karena dalam tata tertibnya tidak ada.
”Harapan kami yang menjadi moderator bukan warga dari desa Segobang agar netral. Bahkan kalau bisa Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kecamatan yang benar-benar menguasai masalah pemerintahan,” pungkas Mudhofir./////











