Meski begitu Bripka Hendrik memaklumi, karena sebagai polisi berpangkat Brigadir yang bergaji pas-pasan, memiliki barang mewah pasti akan terlihat mencurigakan. Untuk menghindari hal semua ini Bripka Hendrik dengan pengalaman yang ia miliki dari kesatuannya ia kembangkan untuk usaha samping.
“Walaupun saya polisi saya tidak malu dan saya akan tetap kembangkan usaha saya. Yang jelas saya mencari sampingan dari cara halal dan tidak merugikan orang lain. Jika memang diminta soal daftar kekayaan, saya siap. Karena memang selama ini saya dapat penghasilan tambahan dari berjualan nasi goring,” ujarnya.
Dari hasil mulai tahun 2011 ia mulai berjualan tiap malam hanya mendapatkan Rp.200.000 hingga saat ini ia bisa menghasilkan Rp.400.000i.////











