Selain itu, tambah Ipuk, para santri juga bisa mengikuti sejumlah program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Seperti halnya Jagoan Banyuwangi, Santripreneur, hingga Banyuwangi Youth Network. “Serap maksimal seluruh potensi yang ada agar bisa meningkatkan kecakapan hidup sehingga mampu mandiri sosial ekonominya,” terangnya.
Jika santri Banyuwangi turut bergerak bersama dalam membangun kemandirian ekonomi tersebut, akan memiliki dampak luar biasa. Sebagaimana data Kementerian Agama (kemenag) Banyuwangi, ada 205 pesantren dan lebih dari 37 ribu santri. “Kehadiran santri menjadi vital bagi pembangunan Banyuwangi,” tuturnya.
Selain di pendopo, apel santri HSN 2022 di Banyuwangi juga dilaksanakan hampir di seluruh kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Tegaldlimo yang dipimpin oleh Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah. Sebanyak 700 santri mengikuti apel di Tegaldlimo tersebut.
Sedangkan, rangkaian HSN 2022 di pendopo sendiri dilanjutkan dengan sholawat dan doa bersama serta ditutup dengan tausiyah dari Habib Muhsin al-Habsyi. (*)











