Chairman ITDBI 2024, Guntur Priambodo, membocorkan detail menantang dari keempat etape. Etape pertama dan kedua akan menjadi panggung bagi para sprinter, dengan dominasi lintasan datar dan beberapa titik sprint strategis. Namun, jangan tertipu. Tanjakan di Songgon pada etape kedua akan menjadi pemanasan awal bagi para pebalap.
Intensitas tantangan meningkat di etape ketiga. Para peserta akan berhadapan dengan tanjakan ekstrem di Pakel, dengan elevasi mencapai 700 mdpl dan gradien 21 derajat. Ini bukan sekadar tes fisik, tapi juga mental para pembalap.
Puncak tantangan ITDBI 2024 akan terjadi di etape terakhir. Setelah melewati berbagai medan dan tiga titik sprint, para pembalap harus menaklukkan ‘jalur neraka’ menuju Paltuding, Gunung Ijen. Tanjakan tipe hors categorie di Gunung Rante, Ijen, akan menjadi penentu siapa yang layak dinobatkan sebagai juara.
“Inilah tantangan terberat, sekaligus penentuan siapa juara ITDBI tahun ini,” tegas Guntur, menutup pemaparan tentang rute yang akan menjadi saksi lahirnya jawara baru di kancah balap sepeda internasional.///////









