Ipuk ke IWAPI Banyuwangi: Jangan Terus Jual Produk Mentah

by -9 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Banyuwangi, seblang.com Banyuwangi kaya akan sumber daya alam. Namun, kekayaan tersebut akan bernilai biasa saja jika hanya dijual dalam bentuk mentah. Pesan itu disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Banyuwangi periode 2026–2031, Kamis (5/2/2026).

Ipuk mendorong para pengusaha perempuan untuk berani naik kelas melalui hilirisasi. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar mengikuti tren, melainkan selaras dengan arah kebijakan nasional yang kini menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden sedang konsen dengan hilirisasi. Ini harus disambut oleh pengusaha IWAPI dengan ikut berperan aktif,” ujar Ipuk.

Ia menilai Banyuwangi memiliki modal yang sangat lengkap, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Semua potensi itu, kata Ipuk, perlu diolah agar memiliki nilai tambah dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai contoh, Ipuk menyinggung usaha kopi. Menurutnya, pengusaha tidak cukup hanya berhenti pada panen dan penjualan biji kopi. Produk tersebut bisa diolah, dikemas, disajikan di kafe, hingga membuka lapangan kerja baru.

“Itu yang diinginkan Bapak Presiden. Usaha harus memberi nilai tambah dan berdampak langsung bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ipuk menilai IWAPI bukan sekadar organisasi profesi. IWAPI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Keberhasilan usaha, lanjut Ipuk, tidak cukup diukur dari besarnya keuntungan, tetapi dari dampak yang dihasilkan.

“Kalau usaha berdampak pada karyawannya, derajat hidup mereka ikut terangkat,” ujarnya.

Ipuk juga mendorong IWAPI Banyuwangi menjadi ruang penguatan bagi perempuan. Ia menekankan pentingnya semangat saling mendukung, bukan saling bersaing.

“Perempuan harus mendukung perempuan, dan perempuan harus membantu perempuan. Itu konsep IWAPI yang harus terus dijaga,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPC IWAPI Banyuwangi periode 2026–2031, Hj. Erna Sukris Diani, menyatakan kesiapan IWAPI untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah mendorong UMKM perempuan naik kelas.

“Kami akan merangkul dan memberdayakan pengusaha perempuan Banyuwangi melalui wirausaha dan pelatihan agar derajat ekonominya meningkat,” kata Erna yang akrab disapa Nina.

Pengukuhan pengurus IWAPI tersebut juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan, pameran produk UMKM Banyuwangi, serta partisipasi sejumlah perbankan. Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum I DPD IWAPI Jawa Timur, Reny Widya Lestari. (*)

iklan warung gazebo