Ipuk Diganjar Pembina K3 Terbaik Jatim, 24 Perusahaan Banyuwangi Ikut Dapat Apresiasi

by -12 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Guntur Priambodo


Banyuwangi, seblang.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meraih penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun sistem perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan diterima Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, yang mewakili Bupati Ipuk pada Upacara Bulan K3 Nasional 2026 di Stadion Utama Petrokimia Gresik, GOR Tridharma, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1/2026).


“Penghargaan ini diberikan atas komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan, khususnya bagi para pekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan penghargaan Zero Accident kepada 20 perusahaan di Banyuwangi yang dinilai berhasil menekan angka kecelakaan kerja dan menerapkan standar K3 secara konsisten.

Selain itu, empat perusahaan lainnya turut menerima penghargaan atas keberhasilan dalam penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3), program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, serta penanggulangan tuberkulosis (TBC) di lingkungan kerja.

Ipuk menyebut, capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pekerja dalam membangun budaya kerja yang aman dan sehat di Banyuwangi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pembinaan K3 di Banyuwangi. Keselamatan dan kesehatan pekerja adalah fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan dan berkeadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi, Abdul Latif, menegaskan bahwa pendampingan serta pengawasan penerapan K3 terus dilakukan bersama pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Banyuwangi.

“Penerapan K3 yang baik tidak hanya menekan angka kecelakaan kerja, tetapi juga berdampak positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja di Banyuwangi,” ujar Latif./////////

iklan warung gazebo