Banyuwangi, seblang.com — Kejadian tragis yang menimpa salah seorang siswa perguruan silat yang tewas saat proses latihan, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banyuwangi menegaskan bahwasanya perguruan tidak boleh berlebihan memberi materi latihan.
Sekretaris IPSI Banyuwangi, Hidayaturrahman mengatakan bahwasanya pihaknya belum menerima laporan resmi dari perguruan silat yang terkait.
“Kami mengetahui informasi itu dari berita yang beredar,”katanya, Sabtu (11/06/2022).
Menurutnya, pihaknya tahu dari wartawan dan ramainya pemberitaan. Kami selaku IPSI Banyuwangi merasa prihatin dan berbela sungkawa atas meninggalnya pesilat asal Kecamatan Pesanggaran, pihaknya Tidak ingin hal serupa terulang kembali, kedepannya agar perguruan silat untuk memberikan materi latihan sesuai SOP.
Dimana materi tidak diberikan secara berlebihan. Pelatihan juga harus mengedepankan keamanan maupun keselamatan.
“Latihan harus menggunakan body protector, cap protector, pelindung tulang sendi. Artinya utamakan kemanan, kenyaman dan keselamatan pesilat selama mengikuti latihan,” ujarnya.
Perkara meninggalnya pesilat berinisial MAA (18) asal Pesanggaran, Banyuwangi ini sudah ditangani pihak kepolisian.











