Insan Pers Banyuwangi Gelar Tasyakuran HPN 2025, Kapolresta dan Dandim Soroti Peran Pers Kawal Ketahanan Pangan

by -108 Views
Wartawan: Teguh Prayitno

Selain tiga program tersebut, Polri juga mendukung kebijakan Presiden Prabowo melalui pola rekrutmen baru, yakni perekrutan bintara kompetensi khusus dari lulusan pertanian untuk memperkuat sektor ketahanan pangan.

Mengakhiri sambutannya, Kapolresta menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah bersinergi dengan Polresta Banyuwangi dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang konstruktif.

“Baik buruknya satu wilayah juga tergantung bagaimana pemberitaan yang ada di wilayah itu. Dan tantangan saat ini adalah bagaimana membendung liar nya berita hoax yang berasal dari medsos, yang mana biasanya tanpa konfirmasi cenderung justifikasi. Nah, ini perlu peran insan pers untuk meluruskan informasi liar di media sosial,” pungkasnya.

Dandim 0825 Banyuwangi menambahkan bahwa program swasembada pangan bukanlah hal baru bagi TNI. Namun, menurutnya, saat ini ada perbedaan signifikan karena Polri juga turut serta dalam pendampingan percepatan bidang pertanian, khususnya jagung, sesuai arahan Presiden.

“TNI saat ini berperan dalam pendampingan percepatan pencapaian target dari hulu ke hilir, sementara leading sektor tetap berada di Dinas Pertanian, Pengairan, dan instansi terkait lainnya,” ujarnya.

Fokus utama TNI dalam ketahanan pangan adalah pada peningkatan luas tambah tanam (LTT) padi. Targetnya adalah meningkatkan intensitas panen dari satu hingga tiga kali dalam satu tahun. Dandim menegaskan bahwa program ini melibatkan multi-kolaborasi antara berbagai sektor, termasuk Bulog.

Selain padi, ketahanan pangan juga diarahkan pada optimalisasi lahan untuk pertanian jagung dan pengelolaan pengairan agar tidak terjadi kebocoran sumber daya air. TNI bersama instansi terkait terus berupaya memastikan bahwa lahan produktif tidak beralih fungsi menjadi area pembangunan.

Dandim juga menyinggung pentingnya program makan bergizi gratis yang mana Banyuwangi menjadi pilot project. Keberhasilan ini tak lepas dari inisiatif Kodim 0825 Banyuwangi yang menyediakan tanah untuk dibangun dapur sehat di belakang Koramil Rogojampi.

“Saat itu, kita diberi waktu singkat untuk mencari lahan untuk membangun dapur sehat untuk Makan bergizi gratis. Jika tidak diambil sayang, karena makan bergizi gratis ini dapat menimbulkan multiplier efek yang positif untuk meningkatkan ekonomi khususnya di Banyuwangi,” ujarnya.

Ia pun menekankan pentingnya sinergi semua pihak, termasuk insan pers, untuk mewujudkan Asta Cita Ketahanan Pangan dan mengawal program makan bergizi gratis ini agar tidak terjadi adanya penyimpangan dalam pelaksanaanya.

“Jika ada kejanggalan atau penyimpangan, kami harap rekan-rekan media bisa memberikan informasi kepada kami,” pungkasnya.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo