“Dari Jagoan Tani lahir sekitar 4000 wirausaha muda di sektor agribisnis. Berbekal ilmu yang didapatkan selama inkubasi, mereka mampu menjalankan usaha di sektor pertanian secara lebih modern,” urainya.
Sementara itu, inovasi I-Care merupakan layanan rujukan cepat pasien stroke yang bertujuan meningkatkan keberhasilan penanganan pada masa golden period, yakni sebelum 4,5 jam sejak serangan awal. Program ini diinisiasi oleh RSUD Blambangan.
Layanan I-Care mengintegrasikan edukasi, teknologi aplikasi, dan semangat gotong royong. Akses layanan dilakukan melalui superApps Smart Kampung, di mana pasien dapat melakukan cek mandiri risiko stroke dan memilih ambulans terdekat untuk segera menuju rumah sakit.
“Tujuannya, mempercepat pasien tiba di rumah sakit. Dengan penanganan tepat di masa golden period, untuk mengurangi risiko cacat permanen hingga kematian pada penderita,” kata Mujiono.
Pada 2024, dampak penerapan I-Care terlihat signifikan dengan meningkatnya jumlah pasien stroke yang datang dalam golden period. Kondisi ini menurunkan angka kefatalan pasien stroke menjadi 16,18 persen dari sebelumnya 82 persen. Sebanyak 83,82 persen pasien juga tercatat dapat kembali produktif dan bekerja seperti semula.
Atas capaian tersebut, sejak 2023 I-Care ditetapkan sebagai percontohan nasional layanan terintegrasi kegawatan stroke. Program ini juga telah lima kali meraih Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) periode 2021–2025, serta menerima Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023. (*)










