Ini Strategi Bupati Ipuk Jadikan Ekonomi Banyuwangi Tumbuh 5,85 Persen, Lampaui Jawa Timur dan Nasional

by -16 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W Sulaksono
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani

Banyuwangi, seblang.com – Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada triwulan II 2025 tercatat sebesar 5,85 persen, melampaui Jawa Timur yang tumbuh 5,23 persen dan nasional 5,12 persen. Capaian tersebut tidak terlepas dari strategi yang dijalankan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama seluruh jajaran.

Ipuk menjelaskan percepatan belanja pemerintah menjadi langkah awal untuk menggerakkan roda ekonomi. Akselerasi realisasi APBD dinilai penting agar uang segera berputar di masyarakat. Selain itu, Pemkab juga fokus pada percepatan investasi di sektor-sektor produktif.

“Kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi terus terjaga dengan memperkuat sektor unggulan, tidak hanya pariwisata, tetapi juga UMKM, ekonomi kreatif, dan industri lainnya,” ujar Ipuk, Rabu (17/9/2025).

Penguatan sektor UMKM menjadi prioritas. Pemkab mendorong pelaku usaha kecil agar lebih produktif dengan inovasi, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus menyerap tenaga kerja baru.

Perluasan kesempatan kerja juga menjadi agenda penting. Pemerintah daerah menyiapkan pelatihan keterampilan tenaga kerja dan menjalin kemitraan dengan pelaku usaha agar lapangan kerja terbuka lebih luas.

Untuk menjaga inflasi, Ipuk menekankan penerapan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Ia meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) aktif menjalankan langkah pengendalian inflasi sesuai bidang masing-masing.

“Kolaborasi dengan stakeholder, mulai dari perbankan, pelaku usaha, hingga komunitas lokal, menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan inflasi bisa terkendali,” tegas Ipuk.

Diungkapkan Kepala BPS Banyuwangi, Hermanto, bahwa lonjakan ekonomi di Banyuwangi dipicu peningkatan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) yang pada triwulan II 2025 menembus Rp30,149 triliun. Nilai ini naik dibanding periode sama 2024 sebesar Rp27,6 triliun maupun triwulan I 2025 yang tercatat Rp27,4 triliun.

“Pertumbuhan Kabupaten Banyuwangi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Jawa Timur yaitu 5,23 persen serta lebih tinggi dibandingkan Nasional yaitu 5,12 persen,” ujar Hermanto.

Kepala Bank Indonesia Kantor Jember, Gunawan, menambahkan pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif menjadi motor utama pertumbuhan. Peningkatan aktivitas wisata mendorong produksi UMKM, terutama saat libur panjang, sehingga mendongkrak konsumsi masyarakat.

“Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama karena didorong meningkatnya pendapatan masyarakat, khususnya di sektor sekunder,” jelas Gunawan. Ia juga menyebutkan ekspor produk makanan laut turut memperkuat kinerja PDRB Banyuwangi.

Bank Indonesia berkomitmen mendukung percepatan ekonomi daerah melalui akselerasi realisasi APBD, penguatan digitalisasi transaksi, hilirisasi investasi, serta pengendalian harga bahan pokok dalam kerangka TPID. Dukungan juga difokuskan pada penguatan UMKM, industri manufaktur, dan pariwisata.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo