Banyuwangi, seblang.com – Wakil ketua DPRD Banyuwangi asal PKB H. M. Ali Mahrus juga mengharapkan agar aparat penegak hukum (APH) tidak ada kompromi dengan para pelaku tindak kejahatan tersebut agar kasus tersebut tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Aparat harus lebih tegas menindak pelaku terlebih korbannya anak di bawah umur jangan sampai ada kompromi,” ujar Wakil Ketua DPRD Banyuwangi asal PKB H M Ali Mahrus melalui sambungan WhatsApp (WA) pada Selasa (7/5/2024).
Dia mengungkapkan dalam upaya mencegah dan menanggulangi terulangnya kasus kekerasan terhadap perempuan di Banyuwangi, para pengelola destinasi pariwisata harus lebih memperketat pengamanan terlebih di jam-jam malam karena lokasinya sepi dan rawan akan terjadi tindak kriminal serta perlu juga ada pembatasan jam kunjungan wisatawan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Yang tidak kalah penting adalah kehati-hatian dan kewaspadaan para orang tua dan kerabat terkait kontrol dan pengawasan anak apalagi perempuan.
“Salah satunya dengan membatasi anak untuk beraktifitas di luar rumah sampai malam apalagi di lokasi wisata yang jauh dari keramaian,” pungkas H Ali Mahrus.
Sementara pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sejak kasus tersebut terungkap dan menjadi pemberitaan di media sosial maupun media massa, berupaya secara intensif melakukan pendampingan pada korban rudapaksa yang terjadi di kawasan salah satu pantai Banyuwangi.
Pemkab Banyuwangi terus pengawasan dan pendampingan terhadap korban dan pihak keluarga serta memastikan proses hukum kasus ini tetap berjalan.










