Selanjutnya dia menambahkan para nara sumber diharapkan mampu memotivasi anak didik supaya belajar giat, semangat dan pantang menyerah serta gigih dalam mencapai cita-cita mereka.
Selain itu, imbuh Suratno para nara sumber juga memberikan materi yang mampu menghindarkan anak didik dari perundungan, tindak kekerasan dan intoleransi.
“Kita harapkan ini dimaknai oleh sekolah sebagai stimulan dan diluar acara BAM yang digelar oleh Dinas, sekolah bisa menggelar BAM berbasis sekolah dengan cara ditengah-tengah guru mendampingi anak-anak belajar secara periodik menghadirkan tokoh-tokoh sukses yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Baik dari TNI/Polri, petani, pengusaha maupun profesi yang lain untuk menjadi pengajar.
Dengan asumsi satu kelas 40 siswa, menurut Suratno dalam program BAM tahun ini akan menyisir sekitar 7 ribu siswa, tetapi ada kemungkinan dalam prakteknya bisa jumlahnya bisa lebih.
Pejabat Banyuwangi yang terlibat dalam program BAM tahun ini antara lain Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadan yang mengajar di SMA Negeri 1 Rogojampi. Kemudian ada Ketua Dewan Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono MPd yang mengajar di SMA Negeri 1 Bangorejo.”Ada Kapolsek dan Danramil yang ada di masing-masing serta beberapa tokoh Banyuwangi yang lain,” pungkas Suratno./////











